Peneliti INSISTS Bahas Islamisasi Sains Kontemporer di Madani Islamic Forum

0
55

MAKASSAR – Peneliti INSISTS, Dr. Budi Handrianto, M.Pd.I menjadi pembicara di Madani Islamic Forum (MIF) yang di adakan oleh Madani Institute (Center For Islamic Studies) dengan pembahasan Islamisasi Sains Kontemporer, bertempat di Aula Lantai 3 Warung Bakso Mas Cingkrang Pettarani Makassar, Sabtu (22/9/19).

Dosen Pascasarjana Universitas Ibnu Kaldum (UIKA) Bogor ini, di awal materinya menyampaikan tentang kekacauan konsep dasar tentang ilmu.

“Salah satu kekacauan yang kita hadapi saat ini adalah rusaknya konsep dasar tentang ilmu. Peradaban Barat telah membuang nilai-nilai agama terhadap ilmu pengetahuan,” paparnya.

Ilmu sekarang kini diajarkan terpisah dengan kekuasaan Allah dan sifatnya berdiri sendiri.

“Ilmu, termasuk ilmu sosial dan ilmu alam, yang dahulu selalu dikaitkan dengan kekuasaan Allah, sekarang sudah tidak lagi. Ilmu seakan-akan berdiri sendiri. Tidak ada kaitannya dengan kekuasaan dan iradat Allah,” lanjutnya.

Diantara sebab kekacauan ilmu saat ini adalah masuknya berbagai paham rasionalisme, sekularisme, liberalisme dan sejenisnya.

“Paham rasionalisme, empirisme, relativisme, positivisme, sekularisme, liberalisme, materialisme dan sejenisnya yang berasal dari barat, yang masuk dan mendasari ilmu pengetahuan telah merusak hakikat ilmu bahkan merusak kehidupan dunia. Rusaknya ilmu menjadi penyebab rusaknya dunia,” imbuhnya.

Dampak dari paham ilmu yang telah sekuler, akan menjauhkan peserta didik dari kekuasaan Allah. Karena dari awal Tuhan telah di singkirkan dalam mempelajari sebuah ilmu.

“Paham ilmu yang telah sekular ini menggobal ke seluruh dunia. Dengan kata lain, ilmu yang kita terima sekarang ini dan diajarkan kepada anak-anak kita di bangku sekolah adalah ilmu yang sekular. Ilmu yang melepaskan diri dari nilai-nilai ketuhanan. Dalam dunia pendidikan kita, -sekali lagi terutama yang berkaitan dengan ilmu-ilmu alam, tabu rasanya kita membicarakan peran Allah dalam setiap kejadian. Karena sejak awal Tuhan telah ditinggalkan dalam peneliti dan mempelajari sebuah ilmu,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Akbar
(Humas Madani Institute)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here