Madani Institute akan Hadirkan Pakar Sejarah dan Filsafat Sains dalam Program Kuliah Seri! Catat Tanggalnya

0
18

Sebagian penulis sejarah ilmu pengetahuan berpendapat bahwa fenomena ilmu pengetahuan itu murni berasal dari akal barat. Mereka bahkan mengenyampingkan usaha bangsa-bangsa sebelumnya. Bagaimanapun, melabelkan semua khazanah ilmu pengetahuan hanya kepada Barat adalah kurang tepat. Faktanya, bangsa dan peradaban lainnya seperti Yunani, India dan Muslim mempunyai konstribusi yang sangat hebat.

Pentingnya kontribusi Ilmuwan Muslim diakui oleh ilmuwan Barat kontemporer seperti George Sarton yang menulis “Introduction to The History of Science” dan dan George Saliba yang menulis “Islamic Science and The Making of The European Renaissance”. Keduanya sepakat bahwa ilmuwan muslim punya peranan besar terhadap revolusi saintifik di Barat pada abad pertengahan.

Pondasi revolusi ilmu pengetahuan tersebut salah satunya dibangun oleh Ibn al-Haytham. Dikenal luas sebagai Al-Hazen di Barat, ia dianggap mewarisi apa yang dikenal saat ini sebagai metode ilmiah modern melalui percobaan untuk menguji sebuah teori. Lantas apa peran beliau sehingga dijuluki sebagai Bapak Optik Modern? Bagaimana tradisi ilmu yang dibangun sehingga berpengaruh besar pada pemikir Barat masa pencerahan seperti Bacon, Descartes, dan Keppler?

Sebagai bagian dari institusi yang ingin memperkuat pemahaman tentang peradaban Islam, Madani Institute – Center for Islamic Studies akan mengadakan “Kuliah Sejarah dan Filsafat Sains” dengan tema Kontribusi Ibn Haytham terhadap Sains Modern bersama pemateri Ustadz Usep Mohammad Ishaq, Ph.D. (Doktor Bidang Sejarah dan Filsafat Sains CASIS UTM Malaysia).

Direktur Eksekutif Madani, Syamsuar Hamka, M.Pd.I mengatakan bahwa kuliah seri ini bertujuan untuk mengenal tokoh ilmuwan muslim.

“Tujuan kuliah seri ini untuk mengenal tokoh ilmuwan dan Intelektual muslim dalam sejarah yang berkontribusi terhadap sains modern. Memberikan penguatan asas epistemologi keilmuwan untuk memperkuat pandangan hidup Islam,” ujarnya.

Alumnus UIKA Bogor tersebut berharap agar kegiatan ini memberikan pencerahan kepada umat Islam tentang sejarah dan peradaban Islam.

“Memberikan pemahaman sejarah yang benar, khususnya sejarah perkembangan sains untuk umat Islam agar memiliki kebanggaan terhadap peradaban Islam,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here