Sejarah Pendidikan Islam: Sejarah sebagai Suatu Pendekatan

0
11

Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk (hidayah) terdiri atas tiga bagian. Sepertiga yang pertama berisi tentang tauhid, seperti yang kedua berisi tentang hukum-hukum, dan sepertiga sisanya berisi tentang sejarah dan kisah-kisah. Ada hal menarik, mengapa mesti kitab petunjuk berisi tentang kisah ?. Kita bisa menjawab bahwa karena sejarah itu berulang. History repeat itself. Sehingga apa yang dulu pernah terjadi di zaman para Nabi, akan berulang di zaman setelahnya. Yang berbeda adalah pelaku serta setting ruang dan waktunya.

Sejarah secara akademik memiliki dua syarat, yaitu peristiwa dan setting waktu dan tempat. Dari sejarah kita bisa belajar banyak hal. Dan sejarah juga adalah sumber pengetahuan kita sebagai seorang muslim. Dalam Q.S. Yusuf ayat 111 Allah berfirman, Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Oleh karena itu, salah satu pendekatan dalam mengembangkan ilmu pendidikan islam adalah dengan pendekatan sejarah. Ada banyak tokoh pendidikan yang berhasil memajukan dunia pendidikan islam. Dari masa klasik hingga modern, dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara, dari Arab hingga Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut memiliki gagasan yang orisinil dikembangkan dalam kerangka lingkungan dan konteks sosio-politik di zamannya. Karena itu, sangat tepat mengkaji bagaimana sejarah pemikiran dan usaha-usaha para tokoh pendidikan islam. Sehingga akan dapat menjadi bahan refleksi bagaimana merumuskan konsep dan strategi pendidikan untuk zaman sekarang.


Kata sejarah secara etimologi dapat diungkapkan dalam bahasa Arab yaitu Tarikh, sirah atau ilmu tarikh, yang berarti ketentuan masa atau waktu, sedangkan ilmu tarikh yaitu ilmu yang membahas suatu peristiwa dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut. Dalam bahasa inggris sejarah disebut dengan history yang berarti uraian secara berurutan tentang kejadian-kejadian masa lampau (orderly description of past even).

Ada yang menarik jika kita kaitkan istilah Syajarah yang selama ini kita kenal sebagai etimologi dari sejarah. Dalam konteks ilmu, sejarah terambil dari kata Arab tersebut. Sejarah dimaknai sebagai pohon karena memiliki akar, batang serta cabang – cabang. Kata sejarah dikaitkan juga dengan istilah Silsilah atau keturunan, sehingga kita mengenal istilah Pohon Sejarah.

Tetapi, apakah ‘sejarah’ hanya sebatas pohon ?. Jawabannya tidak. Sebab sejarah dalam realitas islam sebagai diin, bukanlah penggambaran peristiwa fisik, tetapi realitas fisik itu harus dinilai dalam timbangan pandangan wahyu. Dr. Hamid Fahmy menyebutkan, penulisan sejarah adalah sebuah proses penggambaran fakta manusia secara obyektif, tapi pada saat yang sama meletakkan obyek itu dalam neraca konsep yang terdapat dalam realitas kitab Tuhan yang tertulis dan tidak tertulis. Hal tersebut berdasarkan firman Allah dalam QS Ibrahim: 24,

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik (syajaratun tayyibatun), akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.

Sampai di sini kita bisa mengerti perlunya mengambil pelajaran dalam setiap peristiwa sejarah. Hal tersebut telah kita singgung di awal tulisan.

Kemudian, secara terminologi sejarah adalah sejumlah keadaan dan peristiwa penting yang terjadi di masa lampau dan benar-benar terjadi pada individu dan masyarakat sesuai pada kenyataan-kenyataan alam dan manusia yang telah terjadi. Sedangkan pengertian sejarah menurut KBBI adalah silsilah, kejadian, asal-usul dan peristiwa penting yang benar-benar terjadi di masa silam. Jadi, sejarah merupakan catatan yang berkaitan dengan sebuah peristiwa yang telah terjadi dan diabadikan dalam bentuk tersirat maupun tersurat dalam ruang lingkup yang luas.

Jika dikaitkan dengan pendidikan islam, Definisi sejarah pendidikan islam (Tarikh at-Tarbiyah al-Islamiyah) dapat dimaknai dalam dua hal, yaitu:

Pertama, keterangan dan penjelasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari masa ke masa, dimulai sejak zaman kedatangan islam hingga masa kontemporer.

Kedua, Sejarah Pendidikan Islam adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan lahir dan berkembanganya pendidikan islam, baik dari segi ide dan  konsepsi maupun dari segi institusi dan penerapannya sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman kontemporer.

Berdasarkan definisi ini, kita bisa membagi periodisasi Sejarah Pendidikan Islam dalam tiga fase utama yaitu, Pendidikan Islam pada Masa Klasik, Pendidikan Islam pada Abad Pertengahan (terdiri dari masa Umayah, Nizham al-Muluk dan Andalusia) dan Pendidikan pada Abad Kontemporer.

Bersambung…

***********

Syamsuar Hamka, S.Pd., M.Pd.I.

(Direktur Eksekutif Madani – Center for Islamic Studies)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here