Sejarah Pendidikan Islam: Pendidikan pada Masa Nizam al-Mulk dan Andalusia

0
8

Pendidikan pada Masa Nizham al-Mulk

Nizam al-Mulk adalah seorang Persia yang berasal dari Thus. Nama lengkapnya Abu Ali al-Hasan Ibn Ali Ibn Ishaq al-Tusi. Ia adalah seorang yang sangat cinta ilmu pengetahuan terutama hadist. Diberitakan bahwa ia pernah memimpin halaqah hadist di Bagdad dan di berbagai kota Khurasan yang dihadiri oleh sejumlah besar orang. Ia juga seorang politisi yang berbakat. Pada masa pemerintahan Bani Saljuk, Nizam al-Mulk diangkat sebagai perdana menteri oleh Alp Arslan selama lebih kurang 9 tahun (1063-1072 M) dan masa pemerintahan anaknya Maliksyah selama 20 tahun (1072-1092 M). Di bawah kekuasaan Nizam al-Mulk pemerintahan Saljuk berdiri dengan kokoh.

Pada tahun 1067 M., Nizam al-Mulk mendirikan perguruan tinggi besar di Bagdad yang kemudian menjadi model bagi Islam ortodoks (salafi) yang diberi nama Nizhamiyah sesuai dengan nama pendirinya. Nizam al-Mulk tidak hanya mendirikan satu madrasah Nizhamiyah yang ada di Bagdad. saja, tetapi juga di berbagai daerah yang berada di bawah kekuasaan Saljuk yaitu di Balk, Nisapur, Heart, Isfahan, Basrah, Merw, Amul dan Mosul. Tetapi memang di antara madrasah yang didirikan Nizam al-Mulk yang paling terkenal adalah Madrasah Nizhamiyah di Bagdad. Nizam al-Mulk menyediakan dana yang sangat besar untuk menggaji para pengajar, dan untuk menyediakan makanan, pakaian dan tempat tinggal mahasiswanya. Madrasah Nizamiyah memiliki sebuah perpustakaan yang bagus, mesjid yang besar, pegawai yang banyak, pustakawan, imam sholat dan petugas pendaftaran.

Dalam pembangunan madrasah Nizam al-Mulk, menyediakan wakaf untuk membiayai mudarris, seorang imam dan juga mahasiswa yang menerima beasiswa dan fasilitas asrama. Dengan adanya beasiswa, menjadi daya tarik bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Penggunaan wakaf inilah yang membedakan mesjid dan madrasah. Menurut hukum wakaf seseorang dapat membentuk satu wakaf yang asetnya mendukung satu lembaga yang ia pilih. Seseorang yang ingin mewakafkan satu lembaga menyusun satu dokumen hukum yang secara formal yang dicatat oleh seorang ‘notaris’. Pemberi wakaf akan menentukan satu atau beberapa orang yang bertanggung jawab untuk mengelola wakaf tersebut yang sering sekali ia sendiri atau ahli warisnya. Jika lembaga yang didukung yang adalah lembaga pendidikan, maka pemberi wakaf dapat menentukan kriteria tenaga pengajar dan pendekatan terhadap kurikulum yang harus diikuti.

Pembiayaan madarasah Nizamiyah terkait dengan pengelolaan harta wakaf dan penghasilannya yang diperoleh dari harta wakaf itu. Nizam al-Mulk menetapkan anggaran untuk madrasah Nizamiyah sebesar 600 ribu dinar setiap tahunnya.

Pendidikan pada Masa Andalusia

Pada masa Andalusia (Spanyol) secara metodologi, pendidikan dapat dibagi kepada dua macam. Pertama, metode bagi pendidikan formal yaitu guru atau dosen duduk di atas podium dengan membacakan manuskrip atau materi setelah itu guru menerangkan dengan jelas, kemudian materi itu didiskusikan bersama. Kedua, metode pendidikan bagi pendidikan nonformal, baik di istana maupun di luar istana. Model pendidikan ini menggunakan metode halaqah. Posisi guru berada di antara para pengunjung. Adapun institusi yang ada pada masa ini adalah:

  1. Kuttab

Kuttab termasuk lembaga pendidikan terendah yang sudah tertata dengan rapi dan para siswa mempelajari berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan di antaranya fikih, bahasa dan sastra, serta musik dan kesenian.

  • Pendidikan Tinggi.

Masyarakat Arab yang berada di Andalusia merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan, antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketigabelas. Melalui usaha yang mereka lakukan, ilmu pengetahuan kuno dan ilmu pengetahuan Islam dapat ditransmisikan ke Eropa. Bani Umayyah yang berada di bawah kekuasaan al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan terhadap para sarjana. Ia telah membangun Universitas Cordova berdampingan dengan Masjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal di antara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya di dunia. Universitas Cordova menandingi dua universitas lainnya yaitu al-Azhar di Cairo dan Nizhamiyah di Bagdhad, dan telah menarik perhatian para pelajar tidak hanya dari Spanyol (Andalusia), tetapi juga dari negara-negara Eropa lainnya, Afrika dan Asia.

Disamping Universitas Cordova, terdapat juga Universitas Granada yang tidak kalah masyhurnya dengan Universitas Cordova. Universitas ini didirikan oleh Khalifah Nashariyah ketujuh yaitu Yusuf Abu Al-Hajjaj (1333-1354). Di Universitas ini gedung-gedungnya mempunyai gerbang yang diapit oleh patung-patung singa. Kurikulum yang diajarkan di Universitas Granada ini meliputi kajian teologi, ilmu hukum, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi. Adapun mahasiswanya banyak dari kalangan bangsawan. Selain itu para mahasiswanya bukan hanya dari dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Secara umum perpustakaan yang baru diketahui terdapat  70 buah yang tersebar di seluruh penjuru Spanyol. Perpustakaan terbesar terdapat di Cordova. Perpustakaan ini perkembangannya dipelopori oleh Khalifah Muhammad I (852-886)yang kemudian diperluas oleh Abdurahman III dan menjadi perpustakaan terbesar dan terbaik pada masa pemerintahan al-Hakman H. Di perpustakaan ini terdapat koleksi buku 400.000 judul buku.

***********

Syamsuar Hamka, S.Pd., M.Pd.I.

(Direktur Eksekutif Madani – Center for Islamic Studies)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here